You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
BPBD DKI Ingatkan Potensi Tanah Longsor di Jaksel dan Jaktim
photo Istimewa - Beritajakarta.id

BPBD DKI Ingatkan Potensi Tanah Longsor di Jaksel dan Jaktim

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali mengingatkan potensi terjadinya tanah longsor di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada bulan Mei 2023. Untuk itu, warga diimbau tetap waspada mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah terlebih saat curah hujan di atas normal.

diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, pihaknya telah mengunggah peta prakiraan Provinsi DKI yang terdampak tanah longsor di laman resmi akun instagram @bpbddkijakarta.

“Dalam foto peta Provinsi DKI Jakarta itu didominasi warna hijau yang berarti potensi terjadi gerak tanah rendah; warna kuning berpotensi gerak tanah menengah, serta warna ungu artinya gerak tanah tinggi, tapi tidak terlihat di dalam foto," ujar Isnawa Adji, Jumat (5/5).

4.934 Usulan Dibahas di Musrenbang Tingkat Kota Jakbar

Ia menjelaskan, perkiraan terjadi longsor di Jakarta itu telah disusun menggunakan dua metode yakni hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG," jelasnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terdapat 10 wilayah di Provinsi DKI Jakarta berada di zona menengah yang meliputi Kota Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Untuk Kota Jakarta Selatan, meliputi wilayah kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan. Sedangkan Jakarta Timur, meliputi wilayah Kramat Jati, dan Pasar Rebo.

Ia menambahkan, zona menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir atau jurang, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Sementara pada zona tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

“Untuk itu, kepada lurah, camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1359 personAnita Karyati
  2. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye970 personDessy Suciati
  3. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye796 personFakhrizal Fakhri
  4. Hujan Bakal Basahi Jakarta Hari Ini

    access_time28-01-2026 remove_red_eye730 personDessy Suciati
  5. Sudinhub Jaksel Tindak Parkir Liar di Jalan Ciledug Raya

    access_time28-01-2026 remove_red_eye727 personTiyo Surya Sakti
close